Hangatkan Satu Dekade APGI. WEMEAL Hadir di Mandalawangi, Sajikan Solusi Logistik Praktis!
Cianjur, 17 Januari 2026 – WEMEAL turut ambil bagian dalam perayaan satu dekade Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) yang digelar di Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cibodas, dengan menghadirkan solusi logistik berteknologi self-heating.
Kabut dan rintik hujan perlahan membasuh tanah Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cibodas. Di bawah rimbunnya pepohonan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang menjulang, damai suara air sungai menjadi musik latar yang mengiringi perhelatan ini.
Di hamparan rumput hijau tanah lapang, tampak ratusan tenda berdiri, berbaris rapi. Hari itu, Mandalawangi bukan sekadar tempat berkemah. Ia menjadi wadah pertemuan ratusan pemandu gunung Indonesia dalam rangka merayakan satu dekade hari jadi APGI yang bertajuk, A Decade of Elevation.
A Decade of Elevation

Acara yang digelar selama dua hari satu malam ini terasa penuh makna. Udara dingin dan rintik hujan di Mandalawangi bukan halangan bagi hangatnya perjumpaan ini. Temu kangen, sekaligus sebuah refleksi perjalanan panjang profesi pemandu gunung di tanah air.
"A Decade of Elevation mencerminkan nilai yang APGI bawa menjulang lebih tinggi, memperluas manfaat, dan terus berkomitmen menjaga kualitas setiap perjalanan," ungkap Jaenal Giri Arifin, Ketua Panitia, di sela-sela acara.
Sejak upacara pembukaan di Sabtu siang, suasana berubah khidmat. Puncaknya adalah sesi sharing session materi Mountain Rescue bersama BASARNAS. Para pemandu yang biasa memimpin jalan, kini duduk melingkar, menyimak dan berdiskusi demi mempertajam kapasitas mereka di medan ekstrim. Meski beberapa kali hujan mengguyur lebat, para peserta tetap semangat mencerap materi tersebut.
WEMEAL Pilihan Logistik Paling Praktis

Usai berjibaku dengan diskusi berat seputar prosedur keselamatan. Sore itu, hujan mulai reda. Namun suhu udara di kaki gunung Pangrango perlahan turun, kebutuhan akan kehangatan menjadi tak terelakkan. Di momen inilah, tim WEMEAL akhirnya diberi kesempatan mengisi acara untuk mendemokan produk.
Kehadiran WEMEAL disambut riuh antusiasme para peserta. Bagi para anggota APGI, janji teknologi self-heating yang mampu menyajikan nasi pulen hangat dan lauk asli dalam hitungan menit tanpa api dan gas terdengar sangat menggoda. Tanpa buang waktu, tim WEMEAL pun membagikan produk ke seluruh peserta dan memandu proses pemanasan secara serentak.
Pemandangan unik pun tercipta. Ratusan wadah mengeluarkan uap panas secara bersamaan, menciptakan keheranan sekaligus kegirangan di wajah para peserta. Aroma nasi matang yang sedap segera merebak, membuat perut semakin keroncongan. Cuma butuh 10 menit. WEMEAL siap disantap. Semua tampak makan dengan lahap hingga nasi dan lauk tandas.
Di sela-sela kenikmatan menyantap nasi hangat, celetukan jujur mulai bermunculan.
"Ini enak sih," ujar seorang peserta. Yang lain menimpali dengan perspektif khas pendaki, "Wah gila, ini nyelamatin banget sih buat yang males ribet masak pas summit."
Selain itu ada beberapa pertanyaan teknis yang terlontar, "Ini heating pack-nya aman untuk alam?" hingga "Ini wadahnya bisa dipakai lagi?". Tim WEMEAL dengan sigap menjawab setiap rasa penasaran tersebut, menjadikan sesi makan sore itu bukan sekadar kenyang, tapi juga penuh wawasan baru.
Antusiasme Para Punggawa APGI

Bagi para pemandu gunung yang sudah khatam soal efisiensi dan manajemen logistik ketat, kehadiran WEMEAL bukan sekadar makanan instan, melainkan sebuah validasi teknologi. Hal ini diamini langsung oleh Cecilia Vita Landra, Ketua Umum APGI periode ke-2 yang kini menjabat sebagai Dewan Pembina.
Perempuan tangguh yang akrab disapa Mbak Vita ini menilai WEMEAL berhasil membawa inovasi segar yang sangat dibutuhkan para pemandu. Lidahnya pun tak bisa berbohong saat mencicipi WEMEAL. "Nasinya enak dan pas," ungkapnya. Ia bahkan tak ragu memberikan nilai tinggi untuk cita rasanya. "Buat rasa lauk cuminya, rating-nya 8/10. Luar biasa WEMEAL!" tambahnya antusias.
Momen sore itu menjadi bukti, bahwa kepraktisan ternyata bisa berpadu pas dengan cita rasa nusantara yang otentik. Tak ada kompor yang perlu dirakit, tak ada waktu yang terbuang percuma.
Pertanyaan "Kapan mulai dijual?" terdengar bersahutan dari para peserta. Salah satu apresiasi sekaligus masukan berharga datang dari Eng Yanto, Pembina APGI Jawa Barat. Pria yang tetap terlihat gagah di usianya ini tak menyembunyikan kekagumannya. "Luar biasa WEMEAL. Ini kapan resmi bisa dibeli?saya pikir ini cocok buat para pemandu gunung," ujarnya bersemangat.
Sebagai senior yang paham betul soal manajemen beban di gunung, Eng Yanto turut memberikan masukan strategis. "Tapi kalau bisa, ke depannya WEMEAL ini bisa dijual terpisah ya, lauk sendiri, nasi sendiri, pemanas sendiri, biar nggak terlalu banyak bawa wadah," tambahnya penuh harap.
Bagi para punggawa gunung yang sudah tak sabar, penantian ini tak akan lama. WEMEAL dijadwalkan resmi meluncur pada pertengahan Februari tahun ini.
Di Mandalawangi, satu dekade APGI dirayakan bukan dengan pesta, melainkan dengan kehangatan persaudaraan, pengalaman, dan solusi logistik yang siap menemani langkah mereka ke ketinggian berikutnya.
